Budaya Korupsi di Negeri Ini

Korupsi di negara kita sudah dalam kondisi status darurat, KPK sampai harus menghilangkan rasa rikuh dan memang harus begitu. Jangan karena masih punya hubungan teman, relasi bisnis, keluarga, atau siapapun, lantas tidak berani menangkap para koruptor. Jangan pula hanya tebang pilih saja dalam menjalankan tugasnya sebagai pemberantas korupsi di Indonesia, biar para kontraktor nanti akan mendapat proyek-proyek untuk membangun Penjara, Rumah Tahanan atau Lembaga Pemasyarakatan baru di negara kita.
HIDUP  KPK !!!
Seperti terlihat pada hasil pencarian kata kunci bupati korupsi, maka munculah urutan berita tentang bupati korupsi, korupsi yang melibatkan bupati, bupati tersangkut korupsi dan seterusnya.
Kalau melihat daftar berita diatas, itu adalah berita-berita terbaru diikuti dengan berita perkembangan kasus korupsi sebelumnya. Jadi menyesak dan memenuhi ruang memori, sampai-sampai kita jadi berpikir satire , bahwa masih ada Bupati yang bermain bersih dan tidak ketahuan korupsinya--(hmmm)
Disini kita membahas bukan tentang Bupati yang masih baik dan tidak melakukan korupsi, terlalu klise dan seremonial, kurang seru !!
Masih ada lagi dibawahnya kasus korupsi yang melanda para bupati Yth. Mengharu biru bagi keluarga dan orang terdekat bupati, mereka jadi terlihat sendu di depan publik, padahal mereka juga ikut menikmati hasil korupsi. Romantisme korupsi memang sedang melanda kalangan pejabat pemerintahan,
Mungkin mereka pikir duit yang mereka korupsi itu miliknya Belanda, dan para bupati itu merasa diri menjadi pahlawan bagi rakyat, dengan merampok 'duit Belanda' itu.
Banyak orang  datang merapat manakala bupati sedang berkuasa, pastilah, karena mereka adalah para pendukung setia (setia menanti kucuran dana).
Nothing is free, semua memang ada harga yang harus dibayarkan. Termasuk dalam Pilkada, sebelum sang bupati terpilih, duit yang dibayarkan pasti tidak sedikit. Mesin-mesin itu bisa bekerja hanya dengan bahan bakar, dan untuk mesin Pilkada "bbm"-nya adalah duit.

Untuk jabatan Bupati diperkirakan duit yang diperlukan sekitar dua milliar rupiah. Dana sedikit itu akan habis untuk membiayai proses dalam Pilkada per Calon Bupati, untuk bisa memenangi Pilkada mungkin masih harus nambah lagi biayanya, masih kurang kenyang.
Dengan begitu kenyataanya maka dipastikan Bupati terpilih tentu akan mencari pengganti duit yang telah dikeluarkannya. Meski itu sudah termasuk sumbangan dari berbagai pihak yang mendukung. Wah jadi disini jelas terlihat ada dua macam pendukung calon yaa...
  • Pertama pendukung yang meminta duit
  • Kedua pendukung yang menyumbang duit
Nah jelas sekarang !!

Semua proses dalam Pilkada harus pakai duit, setelah terpilih Bupati tadi juga harus nyari duit.
Korupsi menjadi jalan tercepat dan termudah bagi pemegang kekuasaan seperti Bupati, atau juga para anggota Dewan dan pejabat pemerintahan yang lain.

Lalu apa Solusi dari masalah itu ?

Sudah banyak upaya untuk itu, mulai dari kampanye anti korupsi, pembentukan KPK, peningkatan kinrja Kepolisian dalam penanganan kasus-kasus korupsi.

Yang paling patut di contoh adalah sebuah contoh ??

Dari fenomena di DKI Jakarta, ada sebuah gerakan dari kalangan muda Jakarta, bernama Teman Ahok. Mereka berinisiatif untuk mendukung Gubernur Jakarta untuk maju kembali dalam Pilgub 2017 di DKI Jakarta.
Para anak muda itu menunjukkan sebuah dukungan dengan tanpa meminta duit dari Ahok atau bendarara tim sukses Ahok. Mereka mencari sendiri dana untuk membiayai dukungan mereka kepada Ahok.
Mantap dah !!!

Kasih Jempol !!!
Sebuah budaya baru dalam dunia politik/dukungan politik.
Sudah selesai tulisannya .,


Budaya Korupsi di Negeri Ini Budaya Korupsi di Negeri Ini Reviewed by TABUH GONG on 11:50:00 Rating: 5

9 comments:

  1. Masa kang cuma ngasih 1 jempol saja, kalo saya mah kang mau kasih 4 jempol 2 jempol tangan 2 jempol kaki kang, buat yang korupsi di indonesia :D

    ReplyDelete
  2. iya kang, mungkinmereka pikir duit yang mereka ambil adalah duit belanda, memang koruptor keparat. dan patut diacungi dua jempol buat para teman ahok yang kreatif Kang. Semoga ahok tak terkalahkan dipilkada nanti, supaya bisa menghentikan langkah manusia-manusia korup yang bersembunyi dibalik dasi.

    ReplyDelete
  3. Korupsi di sudah mendarah daging di indonesia.

    Tidak bisa disalahkan seratus persen kepada para pejabat yg melakukan tindak korupsi..(bukan berarti saya membela korupsi ya)

    Masyarakat kita juga dalam hal ini ikut andil dalam menciptakan para koruptor-koruptor di Indonesia...Bagaimana tidak, belum jelas trek recordnya calon pemimpin atau Dewan, apakah bersih atau tidak, asalkan mau kasih uang pasti di coblos..ini yang saya katakan bahwa masyarakat kita ikut andil...padahal sudah tau resikonya jika calon pejabat/pemimpin yg main curang dengan cara money politik itu bakalan korupsi jika sudah terpilih..gimana tidak korupsi, wong dia sudah keluar modal banyak...logikanya ketika dia terpilih, program pertama adalah bagaimana caranya mengembalikan modal terlebih dahulu...

    Selama budaya seperti ini terus terjadi di Indonesia, koruptor baru pasti akan bermunculan..

    Kalau untuk Ahok, saya setuju, karena saya lihat dia lumayan bersih walaupun agak arogan...jadi dia cocok untuk jadi pemimpin...tapi tidak tau kedepannya bakal seperti apa, karena hati manusia susah untuk di tebak, lagipula pejabat sekarang pinter menyamar, baik saat ada maunya..setelah dapat yg ia cari jadi lupa daratan..

    #Commentnya agak sedikit kejam

    haha

    ReplyDelete
  4. Comentnya lebih jelas dari yg saya tulis

    ReplyDelete
  5. Comentnya lebih jelas dari yg saya tulis

    ReplyDelete
  6. sayajuga kalau ada kesempatan bisa korupsi yakin seyakin yakinnya akan melakukan korupsi sebanyak banyaknya, kan hukumannya tebang 4 - 6 tahun, itung-itung istirahat aja selama di penjara, sambil menekunkan beribadah dan mohon ampunan ke gusti Allah selama di penjara, keluar dari penjara toh masih ada sisa hasil korupsi, bisa deh kita bikin perusahaan baru...selama dipenjara, kangen sama keluarga tinggal suap sipir dan kepala penjaranya untuk mendatangkan mereka ke penjara, ruang penjaranya juga minta fasilitas wifi, laptop dan PS 3...enak kan....
    semoga bos tempat kerja saya nggak baca komentar ini, kalau sampe baca, saya pasti di mutasi ke Papua deh nih...hehe

    ReplyDelete
  7. Kang Cilembu tea, kalau seperti ini memang koruptor harus dimiskinkan, baru cocok kang.. hehehehe

    ReplyDelete
  8. Nanti pada ngemis2 di jalan dong

    ReplyDelete

Link Video Lucu
Silahkan di Like jika suka atau Dislike jika tidak suka.
Lihat disini : https://youtu.be/lYCq6aAXCJ0

.