Bos Mafia Los Angeles, Joseph Ardizzone

Joseph "Joe" Ardizzone
     "Iron Man" adalah julukan bagi seorang pria kelahiran Piana di Greci, Sisilia (sekarang adalah bernama Piana degli Albenesi, provinsi Palermo), Italia. Lahir 19 Nopember 1884 dengan nama Giuseppe Ernesto Ardizzone nama baratnya, Joseph Ardizzone/ Joe Ardizzone. Adalah seorang boss mafia Los Angeles pertama musuh bebuyutan keluarga Matranga. Namun Joe akhirnya tewas oleh anak buahnya sendiri pada 15 Oktober 1931.

      Joe Ardizzone mempunyai moyang dari garis keturunan ibunya, Kesatria Albania yang ikut berperang bagi Kekaisaran Ottoman, Turki pada abad 15. Yang kemudian diberi hadiah tanah luas di wilayah yang sekarang adalah Italia. Komunitas terbesar keturunan Kesatria Albania ini berada di Piana di Greci, Sisilia.

      Keluarga Ardizzone bersama dengan beberapa klan keluarga keturunan Albania lainnya, seperti Matranga dan Cuccias, kemudian berimigrasi ke Amerika.
Keluarga Ardizzone datang secara bergelombang ke Amerika, Antonio Ardizzone, ayah Joseph Ardizzone tiba di Louisiana pada awal abad ke 20.  Kemudian menuju ke bagian selatan negara bagian California dengan naik kereta api. Di Califonia Antonio sukses menjalankan usaha pertanian dan pembuat anggur. Anak-anaknya yang lain, Stefano dan Francesco kemudian juga ikut dengannya di sekitar Los Angeles, sementara Joseph Ardizzone menyusul kemudian.

BENTROK DENGAN MATRANGA

    Beberapa waktu setelah tinggal di Los Angeles, Giuseppe mengubah namanya lebih berasa Amerika menjadi  Joseph. Kepercayaan diri dan rejeki Joseph pun bertambah, perlahan tapi pasti kesuksesan hidup di perantauan mulai menggembirakan. Disaat inilah Joseph bertemu dengan sosok bernama Matranga. Di kota Los Angeles yang besar ternyata Joe masih bisa menemukan kawan yang masih punya hubungan kekeluargaan jauh diantara keduanya, yang sama-sama punya moyang dari Piana di Greci.
Namun perkenalan mereka tidak berlanjut dengan baik, pada suatu ketika di tahun 1906 terjadi sebuah masalah kecil dengan anak buah Matranga. Entah kenapa masalah menjadi diselesaikan dengan dibunuhnya George Maisano, anak buah Matranga. Joseph kemudian lari dan bersembunyi dari Los Angeles.
Beberapa waktu kemudian Joseph muncul kembali dan ditangkap oleh polisi. Dalam pengadilan ia mengatakan bahwa penembakan yang ia lakukan adalah untuk membela diri, dari situ Joseph akhirnya dibebaskan dari tuduhan.

Joseph akhirnya bertemu dengan pasangan hidupnya yaitu Elsa, anak seorang tetangganya yang berasal dari Jerman di kota Sunland. Joseph sempat mengenyam kebahagiaan bersama keluarga barunya di kota itu, sebelum akhirnya ada masalah dengan kaum Arsonist. Tempat tinggal Joseph dan keluarganya dibakar oleh kaum Arsonist, dan mengungsilah mereka ke Los Angeles.

      Dalam kondisi yang tidak menentu Joe memutuskan untuk bergabung dengan Mafia. Entah karena ada hubungan dekat dengan anggota mafia atau salah seorang keluarganya telah ikut bergabung, namun pada akhirnya Joe dengan mudah diterima menjadi anggota mafia. Dalam masa beberapa waktu selanjutnya bahkan Joe mulai dipercaya memimpin organisasi mafia tersebut. Menggantikan Rosario de Simone menjadi bos kelompok mafia Los Angeles adalah sebuah kebetulan dan keberuntungan bagi Joe.

       Menjadi pimpinan kelompok mafia di kota Los Angeles tidaklah mudah, apalagi selama masa UU pelarangan miras mulai gencar dilakukan pemerintah Amerika di tahun 1920-an. Kelompok mafia Los Angeles tetap aktif dan eksis selama masa itu. Pembuatan dan peredaran miras illegal diyakini sebagai ladang bagi mafia. Tak luput juga dituduhkan bahwa kelompok keluarga mafia Los Angeles berada dibalik penyeludupan miras tersebut.

      Sementara di belahan lain di tanah Amerika keluarga-keluarga mafia saling berperang memperebutkan empuknya pasar. Mafia yang berdomisili di kota-kota timur Amerika seperti Chicago, New York, Detroit dan lainnya mulai membentuk aliansi antara keluarga mafia. Dalam tahun 1931 sebuah fenomena dari apa yang disebut sebagai Castella Maresse War, yaitu perang antara keluarga mafia Masseria dan keluarga mafia Maranzano. Dalam hal ini Joe Ardizzone lebih condong memberikan dukungan kepada pihak Maranzano dan itu ditunjukkan pada setiap pertemuan antara keluarga yang lebih sering di adakan mengingat "peperangan" yang semakin sengit. Seperti diceritakan oleh mantan anggota mafia sewaktu masih hidup, Nicola Gentille, mengungkapkan bahwa pada suatu ketika dalam sebuah pertemuan antar keluarga mafia. Gentille pernah melihat bahwa Maranzano sempat didampingi oleh dua orang dari California, namun ia tidak tahu siapa mereka.

Dikarenakan letak kota Los Angeles yang relatif sangat jauh dari medan perebutan kekuasaan dan pengaruh, maka kedudukan Ardizzone cukup aman.

     Namun begitu bukan berarti Ardizzone tak punya musuh di Los Angeles, terbukti menurut catatan para jurnalis kriminal pada masa itu (sekitar tahun 1931), Ardizzone sempat mendapat serangan dari orang tak di kenal. Waktu itu Joe Ardizzone sedang berkendara bersama salah seorang koleganya yang bernama Jimmy Basille, keduanya tiba-tiba mendapat serangan tembakan beruntun di sebuah jalan di LA. Dalam peristiwa itu Basille tewas tertembak, sementara Joe masih beruntung, karena ia hanya mengalami luka yang tidak terlalu parah. Joe sempat dibawa ke rumah Leon di Simeone, anak dari mantan Don Rossario de Simeone. Di rumah itu Joe mendapat perawatan sementara karena selanjutnya ia dibawa ke rumah sakit. Seluruh anggota kelurganya begitu ketat menjaga Joe Ardizzone saat di rumah sakit.
 
Jack Dragna
      Rupanya selama ini faksi yang menentang kepemimpinan Joe Ardizzone telah merencanakan pembunuhan terhadap Joe. Mereka tidak mempercayai niat Ardizzone untuk pensiun dari dunia mafia sejak insiden percobaan pembunuhan terhadapnya.

Lalu pada suatu hari, 15 Oktober tahun 1931, sewaktu Joe hendak menuju ke rumah keponakannya di Etiwanda, Joe sempat membawa senjata pistol colt, dan mengendarai mobil Ford Coupe SRW 7653 keluaran tahun 1930. Joe tidak pernah sampai ke rumah keponakannya. Hingga bertahun kemudian barulah sang istri mengungkapkan kecurigaannya bahwa suaminya, Joe Ardizzone kemungkinan telah meninggal dunia. Dan mayatnya pun tidak pernah ditemukan sampai sekarang.

Kedua orang yang sempat dicurigai atas menghilangnya Ardizzone adalah Frank dan Nick Borgia. Kemudian hari Frank Borgia akhinya terbunuh oleh salah seorang anggota keluarga mafia LA, Jack Dragna.

Berikut beberapa kasus yang melibatkan Joe Ardizzone selama menjadi anggota mafia,

  • 2 Juli 1906, pembunuhan terhadap Maisano yang merupakan anak buah Matranga
  • 17 Nopember 1917, bos keluarga mafia Matranga yaitu Sam Matranga terbunuh, ia ditembak oleh Mike Marino, orang suruhan Ardizzone.
  • 20 Desember, pengganti Sam Matranga mati ditembak oleh Mike Marino. Pada  tahun 1919 kemudian Mike Marino tewas oleh Tony Buccola.
  • Mei 1931, Tony Buccola bos keluarga mafia Matranga "hilang misterius", diduga mati terbunuh.
Sumber : wikia & wikipedia
Bos Mafia Los Angeles, Joseph Ardizzone Bos Mafia Los Angeles, Joseph Ardizzone Reviewed by TABUH GONG on 21:45:00 Rating: 5

No comments:

Link Video Lucu
Silahkan di Like jika suka atau Dislike jika tidak suka.
Lihat disini : https://youtu.be/lYCq6aAXCJ0

.