Sistem Negara Kecil Ala Kampung

Lingkungan perumahan di perkotaan
sumber gambar internet
Sebuah kampung dengan warga dan wilayahnya, adalah sebuah 'negara' kecil tanpa batas fisik dengan 'negara' lain, sebuah bagian terkecil dari kumpulan keluarga-keluarga yang ada dalam masyarakat. Beberapa merupakan tatanan kampung yang sudah ada turun temurun, secara tradisional tatanan menyesuaikan kebutuhan masing-masing.
Sistem kepemerintahan kampung mengadopsi sistem pemerintahan yang lebih tinggi, yaitu pemerintahan desa. Sebuah kampung yang besar, baik dari segi wilayah maupun jumlah penduduk, bisa terdiri dari beberapa dusun. Setiap dusun di kelola oleh masayarakat itu sendiri, dengan membentuk kepengurusan, sebuah organisasi dengan sistem kerja dan tujuan untuk melayani mengabdi pada kepentingan semua warga. Organisasi masyarakat ini dikenal akrab dengan istilah RT singkatan dari Rukun Tetangga.
Secara berkala kepengurusan diadakan pergantian, namun disetiap wilayah di pedesaan atau perkotaan, di lakukan sangat variatif. Ada yang dipilih secara turun temurun, ada juga yang dipilih melalui musyawarah.
Susunan kepengurusan organisasi masyarakat RT adalah :
Plakat di rumah ketua RT (disensor)
  1. Ketua Rukun Tetangga
  2. Wakil Ketua (jarang ada untuk jabatan ini)
  3. Bendahara RT
  4. Kehumasan
  5. Keamanan
  6. Kepemudaan (biasanya tidak langsung berada pada strata kepengurusan RT, Para pemuda memiliki organisasi sendiri yang akan mendukung setiap kepentingan warga dan organisasi RT)
  7. Lain-lain
       Bidang sosial kemasyarakatan adalah hal utama yang menjadi tanggung jawab pengurus RT. Dalam sebuah kepentingan salah satu warga, semisal hajatan pernikahan, paranpengurus RT selalu menjadi orang yang wajib diberitahu. Pengurus RT sesuai permintaan yang punya hajat akan membahasnya bersama, mengenai tata cara dan pembagian tugas dalam prosesi hajatan nanti.
perempuan dengan pakaian adat tahun abad 19
sumber gambar pinterest
      Dalam pelaksanaan hajatan dimensi sosial kemasyarakatan akan terwujut secara nyata, bahwa sebuah kampung itu adalah sebuah keluarga besar. Seorang Ketua RT akan otomatis menjadi (tuan rumah, selain yang punya hajat) ketua penyambutan tamu (dalam hal ini adalah keluarga pihak besan). Pertemuan kedua 'kelompok keluarga' ini bisa diibaratkan dengan sebuah perundingan peperangan antar suku, dimana setiap panglima perang bertemu untuk merundingkan rencana perdamaian.
Secara kultural akan ada upacara serah terima antara dua kelompok masyarakat yang berperang, salah satu kelompok dipastikan akan kehilangan satu anggotanya.
Maka segala bentuk upeti dan persembahan serta pelayanan dan penerimaan tersaji di acara hajatan tersebut. Di masa lalu kalau ada kekurang seimbangan dalam prosesi tersebut, dapat memicu tawuran antar kampung, bukannya perdamaian antar kampung.

Coba lihat dalam setiap upacara resepsi pernikahan, dimanapun di Indonesia, setiap rombongan tamu akan datang dengan berbaris layaknya barisan prajurit. Namun karena ini lebih ke arah perundingan, maka iring-iringan akan didahului oleh pembawa upeti (serahan/mas kawin). Dibelakangnya berbaris rombongan keluarga dan seterusnya.
Yang pasti jaminan keselamatan akan diutamakan, datang dan pulang dengan aman, meski nanti salah seorang anggotanya bakal mondok/hilang, untuk bergabung dengan pihak yang punya hajatan.
Dengan adanya acara besar itu semua warga kampung ikut pula menyokong dan teribat langsung sampai selesai. Mengenai pembagian tugas dalam acara tersebut diantaranya :
  • Ibu-ibu, bertugas di bagian dapur, membuat makanan sajian untuk acara
  • Bapak-bapak, bertugas mempersiapkan segala sesuatu untuk acara, 
  • Para pemuda dan pemudi membantu melengkapi segala sesuatunya.
Untuk masalah selain acara besar tadi fungsi organisasi RT, kebanyakan lebih mengikuti program dari pemerintahan yang lebih tinggi diatasnya. Pembangunan kampung disemua bidang baik moril maupun materiil bisa saja dari swadaya dan swakarsa warga sendiri.
Inilah sekelumit cerita sehari-hari dari sebuah negara kecil yang bernama RT, Rukun Tetangga.
Sistem Negara Kecil Ala Kampung Sistem Negara Kecil Ala Kampung Reviewed by TABUH GONG on 17:15:00 Rating: 5

14 comments:

  1. wah baca artikel ini serasa belajar ppkn dan sejarah bersamaan bang :D

    ReplyDelete
  2. pendidikn kewarganegaraan ternyata ada di sini, penting banget nih utk mengembagkan budaya Indonesia di mata dunia

    ReplyDelete
  3. tatanegara dari lingkup sederhana

    ReplyDelete
  4. Iya bener sekali, ini mengingatkan saya pada pelajaran PPKN dulu, ternyata sistem negara yang besar juga bisa belajar dari sistem kampung kecil ...

    ReplyDelete
  5. memang betul jika sebuah negara cerminannya yang paling sederhana adalah sebuah kampung, sistem yang dipakai oleh negara kan bedanya setipis silet dengan pemerintahan di kampung...hehe....saya sotoy kan?

    ReplyDelete
  6. Emang ada soto cikembu mang??

    ReplyDelete
  7. enaknya tinggal di kampung itu meski kecil dan sederhana tp gotong royong masih ada

    ReplyDelete
  8. Hmm sepertinya mengurus kampung itu lebih gampang apabila dibandingkan dengan mengurus negara alasan logisnya karena kampung itu masih terbilang kecil sedangkan kalau negara itu sangatlah besar jadi untuk itu kepada saudaraku janganlah kalian menghina presiden karena sesungguhnya kalian yang menghina bisa mengerjakan apa yang dikerjakan pak presiden.

    ReplyDelete
  9. Walaupun tanpa digaji jabatan RT itu sebuah pengabdian, jadi pilihan terserah pada pribadi masing2.

    ReplyDelete
  10. Kemajuan negara bisa dilihat dari perilaku bernegara dari lingkungan RT Semakin maju RT makin maju pula negara

    ReplyDelete
  11. Sayangnya Indonesia negara yang terlalu majemuk dan kampungnya terlalu banyak :(

    ReplyDelete
  12. Sebuah negara yang besar pasti dimulai dari struktur yang terkecil yaitu RT/RW Desa dan seterusnya. Dan kemajuan sebuah negara tidak akan pernah lepas dari struktur yang paling bawah.

    ReplyDelete

Link Video Lucu
Silahkan di Like jika suka atau Dislike jika tidak suka.
Lihat disini : https://youtu.be/lYCq6aAXCJ0

.