Nakamura, cerita tentang kanibal dan kepatuhan tentara Nipon

Tentara Nipon dalam tugasnya
      Di utara Halmahera ada sebuah pulau yang terpencil dan menyimpan cerita sejarah Perang Dunia II. Kesetiaan dan kepatuhan seorang tentara Nipon kepada Kaisarnya, dimana ia ditugaskan di pulau tersebut.
Morotai, nama pulau yang terletak diujung utara provinsi Maluku utara sekarang, adalah pulau yang cukup strategis bagi Jepang untuk bisa menguasai Hindia Belanda/Indonesia. Morotai dijadikan sebagai basis pertahanan tentara Nipon di Pasifik barat. Selain itu juga untuk mengamankan sumber minyak di Kalimantan dari gangguan Sekutu, terutama Australia dan Amerika.
      Ribuan tentara Nipon ditempatkan di Morotai, Nakamura seorang prajurit Jepang keturunan Taiwan, tepatnya dari suku Amis, termasuk didalamnya.
Ketika Amerika dan sekutunya mulai berbalik menguasai keadaan dan mendesak mundur tentara Nipon dari wilayah jajahannya akhir 1944. Satu per satu wilayah kekuasaan Jepang bisa direbut, namun dengan tidak mudah. Dibawah kepemimpinan Jendral Douglas Mc Arthur, Sekutu menggempur basis-basis tentara Nipon mulai dari kepulauan di Samudera Pasifik.
Seorang tawanan siap dihukum pancung

      Setelah Papua berhasil direbut, tentara sekutu berencana merebut Philipina dan Hindia-Belanda. Pasukan Australia, Selandia Baru dan Amerika sebagian menuju ke arah barat Indonesia, sementara yang lain menyerang Philipina. Untuk wilayah Indonesia bagian barat kekuatan Jepang ada di pulau Jawa dan Kalimantan. Sementara sebelum menyerbu Philipina Sekutu mesti berhadapan dengan basis militer Jepang di Morotai.

Melarikan diri ke hutan

      Tentara Nipon yang terkenal gigih, mati-matian mempertahanhan basis Morotai. Pertempuran sengit terjadi di pulau kecil itu, Nakamura yang saat itu berpangkat prajurit ikut lari ketika pertahanan mulai jebol tahun 1944. Mereka yang masih hidup lari terpencar ke dalam hutan, sampai disini oleh pihak Jepang Nakamura dan teman-temannya dinyatakan tewas dalam pertempuran. Sementara Nakamura sebenarnya melarikan diri bersama 4 prajurit Jepang lainnya membentuk kelompok sendiri di hutan, mereka menolak menyerah.
Dengan persenjataan dan tanpa perbekalan memadai mereka bertahan dilebatnya hutan, dan tanpa pernah tahu dunia luar. Hari berganti dan tahun berlalu tanpa terasa, Nakamura dan kelompoknya terus bertahan hidup dengan berburu, tapi dalam oerburuan mereka jarang memakai senapan untuk menghemat peluru.
Teruo Nakamura disambut meriah ketika pulang ke kampung halaman
      Hingga saat ditemukan pada tahun 1974, selama itu pula Nakamura tetap menganggap bahwa Jepang masih berkuasa. Setelah sekian lama ia baru mempercayai bahwa Jepang telah kalah perang, ia direpatriasi ke Taiwan 1975.
W
Kisah kontroversial dalam persembunyian

      Ketika diwawancarai bagaimana Nakamura bisa bertahan selama 30-an tahun hidup dihutan sendirian, ia mulai bercerita tentang pengalamannya selama itu. Cerita ini dari versi lain tentang cara Nakamura dan kawan-kawannya bertahan hidup dihutan Morotai. Mereka berlima memang benteng kecil ditengah hutan dengan sebuah gubug kecil didalamnya.
Pada awalnya mereka  adalah berlima tanpa komunikasi dengan markas besar tentara Nipon. Mereka mempergunakan apa yang ada disekitarnya untuk bertahan hidup, praktis hanya tanaman dan buah dihutan serta hewan buruan yang mereka bisa makan. Dan selama bertahun-tahun sumber-sumber makananpun mukai habis.
      Nakamuara menceritakan bahwa akhirnya setelah semua sumber makanan habis, diputuskanlah kesepakatan yang mengerikan bagi mereka, kanibal !!. Sambil menunggu bantuan dari pasukan tentara Jepang di pusat, mereka sepakat untuk mengorbankan diri demi teman yang lain supaya bisa tetap hidup.
      Dalam suasana perut kelaparan itu Nakamura dan keempat temannya harus rela mati untuk dimakan oleh yang lain. Keputusan yang dirasa adil adalah dengan mengundi siapa yang mendapat jatah untuk mati dahulu.
Nakamura masih ingat ketika jatah mati pertama jatuh pada seorang temannya, dia (temannya) memohon sambil menangis
agar jangan dibunuh. Namun karena dorongan rasa lapar, temannya yang lain berusaha menembak untuk membunuhnya. Sempat Nakamura membela, lalu terjadi perkelahian antara mereka. Dan Nakamura berhasil memenangkannya, temannya yang ngotot tadi justru terbunuh. Melihat itu teman yang lain malah dengan segera mulai memakan yang mati tersebut. Dan dengan berat hati akhirnya semua ikut makan bangkai teman sendiri.
        Rasa ngeri, jijik, dan sebagainya sudah mereka singkirkan, yang penting hari itu perut mereka terisi. Sampai beberapa hari kemudian mereka tidak berani makan lagi, hingga rasa lapar kembali datang dan terpaksa mereka memakan lagi sisa bangkai temannya.
        Begitu terus dengan berlalunya waktu, satu per satu dari mereka menjadi kanibal bagi yang lain. Dan yang tersisa tinggallah Nakamura seorang diri. 30 tahun dalam keterasingan membuat dia dan sekelompok tentara Jepang sisa Perang Dunia II melakukan kekejaman seperti itu.
Benarkah cerita diatas ?
Beberapa waktu lalu kanibalisme yang dilakukan sebagian tenara Jepang menimbulkan pertentangan dari berbagai pihak, terutama dari veteran perang sendiri. Namun faktanya banyak kejahatan dan kekejaman terhadap kemanusiaan terjadi selama perang berlangsung atau sesudahnya.
**Cerita ini saya kisahkan kembali dari pengalaman waktu kecil, ketika saya membaca sebuah majalah, yang saat ini sudah tidak beredar lagi, tentang kisah tentara-tentara Jepang yang menolak menyerah karena keterisolasian mereka.
Nakamura, cerita tentang kanibal dan kepatuhan tentara Nipon Nakamura, cerita tentang kanibal dan kepatuhan tentara Nipon Reviewed by TABUH GONG on 00:13:00 Rating: 5

8 comments:

  1. ngeri ya klo memang benar seperti itu,
    dlm keadaan terpaat mungkin terjadi terpaksa sangat mungkin terjadi

    ReplyDelete
  2. Ternyata sebelum sumanto dari indonesia ternyata kanamura yang sudah lebih dulu menjadi seorang kanibal, ngeri sekali

    ReplyDelete
  3. tentara Jepang memang terkenal dengan kebaidaban dan kekejamannya, katanya sih mereka menjajah bangsa kita sebentar tapi sengsaranya luar biasa...

    ReplyDelete
  4. Sungguh mengerikan sekali kondisi pada zaman dulu untuk saja semua itu berakhir.

    ReplyDelete
  5. serem ih bang
    blog ini nggak pernah alay sih kayaknya dari dulu hehee

    ReplyDelete
  6. Cerita ini kurang familiar, tapi serem banget deh nakamura ini

    ReplyDelete
  7. Jepang memang terkenal kekejamannya, tidak kenal prikemanusian kang. hihi ngeri....

    ReplyDelete

Link Video Lucu
Silahkan di Like jika suka atau Dislike jika tidak suka.
Lihat disini : https://youtu.be/lYCq6aAXCJ0

.