Tiga Profil Pembunuh Berantai di Indonesia

       Indonesia negeri kita yang terkenal damai dan penuh kekeluargaan ternyata banyak menyimpan cerita pilu dan cerita sadis. Ditengah kumpulan wajah-wajah ramah ada saja tersisip profil-profil sadis diantaranya. Profil yang membuat kita tersadar bahwa mestinya kita tidak boleh sepenuhnya percaya pada wajah yang selalu sopan dan ramah. Dibalik itu ada profil pembunuh sadis yang tega menghabisi korbannya,  meskipun itu sahabat sendiri. Profil pembunuh sadis ini bahkan menghabisi nyawa banyak orang.  Profil pembunuh berantai kita menyebutnya, berikut adalah tiga dari sekian banyak pembunuh berantai di Indonesia.

Very Idham Heryansyah

      Biasa dipanggil dengan Ryan, seorang pria kelahiran Jombang yang lemah gemulai ternyata punya sifat tersembunyi yang sadis. Ryan terbukti membunuh para korbannya dengan sadis, karena itu dia dijuluki "Jagal dari Jombang". Pria lemah gemulai ini terkenal ramah di kalangan teman-temannya, dan punya gaya hidup yang normal seperti kebanyakan orang. 
      Namun semua itu menjadi berbalik kala Ryan menjadi tersangka pembunuh sesosok mayat yang termutilasi. Mayat yang terbungkus dalam tas itu ditemukan dibeberapa tempat terpisah pada Juli 2008 dan ternyata bernama Heri Santoso. Orang yang terakhir bersama korban diketahui adalah Ryan, di sebuah apartemen di bilangan Margonda Raya Depok. Dari sini polisi mendapati bahwa Ryan adalah pelaku mutilasi tersebut.
Dari hasil penyelidikan selanjutnya berhasil diungkap beberapa pembunuhan lain yang dilakukan di Jombang. Mayat-mayat korban pembunuhan dikubur dibelakang rumah Ryan, ada juga yang dimasukkan dalam septik tank. Motif Ryan membunuh karena ingin menguasai harta korban dan sebagian karena urusan asmara sesama jenis, Ryan akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan.

Babeh alias Baikuni

      Babeh sehari-hari adalah seorang duda tanpa anak, dia bekerja membuka warung kelontong,  selain itu Babeh juga mengurusi beberapa anak jalanan. Babeh merawat dan mengkoordinir anak-anak jalanan tersebut untuk mencari uang di terminal sebagai pengamen, namun Babeh tidak memungut atau meminta uang jatah dari mereka. Karena kebaikannya pada anak-anak itulah dia disebut Babeh oleh anak-anak yang dirawatnya dan juga orang sekitar tempat kostnya.
      Suatu saat di Januari 2010 ditemukan sejumlah potongan tubuh manusia yang terbungkus karung di sungai. Korban mutilasi tersebut seorang anak kecil berumur sekitar 9 tahun. Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa anak kecil korban mutilasi itu sering bersama Babeh dan benar juga akhirya terbukti Babeh adalah pelaku pembunuhannya. Setelah dtelisik lebih jauh ternyata banyak korban pembunuhan yang dilakukan Babeh. Sekira empat belasan anak menjadi korban kebiadaban Babeh, menurut pengakuan Babeh ia membunuh kemudian menyodomi korban.
     Babeh yang punya masa kecil suram dan penuh penghinaan dari teman-temannya di sebuah desa kecil di Magelang, lalu melarikan diri ke Jakarta. Pernah pula menjadi korban sodomi saat dalam pelariannya. Pengalaman tersebut menurut pakar psikologi membuat Babeh melakukan sebuah "pembalasan dendam" terhadap apa yang dialaminya di masa lalu. Sampai akhirnya Babeh tertangkap polisi dan mendapat ganjaran hukuman mati.

Rio Martil (Antonius Rio Alex Bulo)

      Rio Martil begitu julukan dari media massa kepada dirinya karena apa yang telah dilakukan dalam suatu tindak pembunuhan. Rio membunuh korbannya dengan memukulksn martil ke kepala korban hingga tewas kemudian merampas mobilnya. Perampasan kendaraan dengan pembunuhan dilakukan setidaknya lima kali. Pertama di Surabaya dengan motif menipu korban untuk diajak berbisnis. Dengan lihai Rio memperdaya korban dengan mengajak menginap disebuah tempat penginapan, lalu membunuh dengan sadis lewat martilnya.
      Kemudian di kota lain yaitu Semarang ia melakukan hal yang sama. Dua orang korban  terbunuh di Semarang ini, dan mendapatkan kendaraan para korbannya. Setelah itu Rio berpindah ke Jogja. Di Jogja Rio gagal melakukan aksinya karena kepala palunya terlepas lebih dulu sebelum menghunjam kepala  korban . Rio terpaksa lari dari Jogja untuk menghilangkan jejak, dan sampailah ia di kota Purwokerto. Di kota inilah akhir petualangan Rio martil, setelah berhasil membunuh korban dan berniat melarikan mobil, aksinya dicurigai oleh petugas hotel. Saat ia melawan justru banyak warga berdatangan meringkus dan menghajarnya hingga bonyok. Polisi mengidentifikadi Rio sebagai buronan yang telah lama dicari atas pembunuhan dan perampasan kendaraan.  Di pengadilan Rio dihukum mati oleh Hakim dan ditempatkan di LP Nusakambangan. Di dalam LP Nusakambangan Rio justru melakukan pembunuhan lagi terhadap sesama napi. Akhirnya hukuman mati Rio pun dipercepat waktunya.
(Sumber referensi :
http://tjahjowidyasmoro.blogspot.co.id/2010/02/senjatanya-dua-martil-kisah-sejati-rio.html)
Tiga Profil Pembunuh Berantai di Indonesia Tiga Profil Pembunuh Berantai di Indonesia Reviewed by TABUH GONG on 20:05:00 Rating: 5

No comments:

Link Video Lucu
Silahkan di Like jika suka atau Dislike jika tidak suka.
Lihat disini : https://youtu.be/lYCq6aAXCJ0

.