Gangs of New York 3

Bagian tiga

Amsterdam telah menjadi anak buah Bill, dia dipercaya menjadi kolektor taruhan dalam pertandingan tinju. Bill juga mengajari bagaimana cara menggunakan pisau untuk melumpuhkan seseorang. Amsterdam mendapat tempat dimana dia tak akan lagi berurusan dengan polisi. Pada satu saat ia melihat Johny mengajak Jenny meihat pertunjukan drama "Uncle Tom's cabin", namun penonton justru melempari panggung dengan sayuran.
Sebuah upaya pembunuhan terhadap Bill tercium oleh Amsterdam, Bill diberitahu dan Amsterdam lebih dahulu mencegahnya. Pria tadi berhasil dijatuhkannya tapi saat terjatuh ia sempat menembak lengan Bill. Anak buah Bill yang lain lalu menembaknya. Bill mendekati lal bertanya siapa yang menyuruhnya. Pria tersebut tewas sebelum menjawabnya. Amsterdam sepertinya menyesali kejadian itu lalu beranjak keluar. Monk menghentikan langkah dan menemuinya, Monk berkata tentang ayah Amsterdam yang berada di pihak orang imigran Irlandia. Monk menyesali Amsterdam bukannya malah membantu geng pribumi. Amsterdam mengingat Monk sebagai orang yang membantu Vallon ketika ia terbunuh dalam bentrokan antar geng.
Malam harinya Bill, Tweed, Amsterdam dan yang lain berpesta minum. Disudut bar Jenny merawat luka silengan Bill. Setelah itu ia naik ke lantai atas dan masuk kesebuah kamar, Amsterdam mengikuti lalu berusaha memeluk Jenny. Jenny menolak dan mengancam jika berani menciumnya. Jenny berhasil melepaskan diri dari dekapan Amsterdam, ia terduduk sambil memeluk lututnya. Namun tak lama Johny yang melihat itu memilih meninggalkan bar, kecewa.
Amsterdam terbangun dan melihat Bill sudah ada distu, ia menutupi tubuhnya dengan bendera Amerika. Ia bertanya agak gugup kepada Bill apakah ia boleh bersama dengan Jenny, Bill menjawab tak ada masalah. Bil bercerita tentang Pendeta Vallon yang telah mengangkat hidupnya menjadi seperti sekarang. Bill menggambarkan bagaimana ia berhasil membunuh Vallon, dan mendapatkan kekuasaan di Five Points. Perbincangan terus berlangsung sampai Bill memutuskan meninggalka tempat itu. Amsterdam lalu mendekati Jenny dan meminta dia untuk mengatakan banyak hal tentang Bill. Jenny harus mencarikan informasi, Jenny memberi penjelasan bagaimana dia dibawa Bill memasuki tempat itu dan tak pernah melepaskan cengkerammannya sampai sekarang.
Suatu malam Monk menjumpai Amsterdam sedang melakukan permainan lempar pisau dengan sasaran balok kayu. Nampaknya dia sedang serius berlatih untuk sesuatu. Johny yang melihat mereka berdua melakukan itu menjadi curiga dan segera bilang pada Bill tentang apa yang dilakukan Amsterdam. Johny juga mengatakan bahwa sebenarnya Amsterdam adalah anak Vallon. Mendengar itu Bill pun marah dan hampir membunuh Johny, tapi tersadar dan meneruskan mendengar cerita Johny.
Sementara Amsterdam sedang terlihat memasuki restora orang Asia, ia mencoba memanggil Johny saat ia sedang akan duduk di sebuah meja. Tetapi Johny tak menghiraukannya kemudian perhatian beralih pada Jenny yang lsatang padanya. Pembawa acara meminta Bill untuk mempertunjukkan kemampuannya melempar pisau. Dan sasaran bidik yang dipilih Bill adalah Jenny yang duduk didekat Amsterdam. Jenny berdiri didekat dinding dengan ketakutan, namun berusaha tetap tenang. Ketika tiba-tiba Bill telah melemparkan pisau yang menancap didinding dekat lehernya, Jenny terkesiap. Bill tertawa diiringi tepukan dari semua orang dalam bar itu. Bill mendekati mejanya mengambil minum dan bersulang tinggi-tinggi. Amsterdam melempar pisau kearah Bill, tapi dengan sigap Bill menangkisnya dengan kapak yang sejak tadi digenggamnya. Bill melemparkan piaau itu kembali kearah Amsterdam dan menyerempet bagian perutnya. Bill mendekatinya lalu manekan kepala Amsterdam ke meja dan membenturkannya beberapa kali, sambil berkata pada anak buahnya yang melongo untuk membawa Amsterdam keluar. Amsterdam berhasil melukai pipi Bill saat Jenny berteriak, dan menyeret Jenny keluar dari bar.
Jenny merawat luka Amstersam diruang bawah tanah. Ia memberi saran agar Amsterdam pergi saja ke San Francisco. Monk menemui mereka dan memberikan pisau cukur milik Vallon. Saat Amsterdam kembali pilih beberapa waktu kemudian, ia mengganting kelinci mati di alun-alun Paradise. Bill menyuruh Happy Jack untuk membunuh Amsterdam namun justru dialah yang terbunuh oleh Amsterdam. Amsterdam lari bersembunyi di sebuah gereja. Kematian Happy Jack sangat disesalkan Bill, ia lalu menyuruh Jimmy untuk mencari dimana Amsterdam. Jimmy sebenarnya enggan menemui dan menghadapi Amsterdam, tapi tetap berangkat juga mencarinya.
Bill akhirnya tahu bahwa Jimmy berkhianat kepadanya seperti ia dulu berkhianat pada Amsterdam. Saat Jenny dan Amsterdam bertemu dengan Jimmy, Jenny memberi pistol pada Amsterdam untuk menembak Jommy. Amsterdam menolaknya karena Jimmy telah berbalik mendukungnya. Perlaha dan past Amsterdam mulai banyak mendapat dukungan dari orang-orang Irlandia. Tweed datang menemui Amsterdam guna meminta bantuan untuk mencari suara pemilih. Amsterdam meminta syarat agar orang Irlandia bisa diangkat menjadi sherrif menggantikan Happy Jack, Tweed setuju dan Monk yang terpilih.
Beberapa waktu kemudian datanglah Bill menemui Monk, sherrif baru Five Points, ia menantang Monk keluar dari tempat cukurnya. Monk keluar dan mengajak Bill untuk berbicara secara baik-baik didalam. Ketika Monk berbalik masuk kedalam Bill melemparkan kapak kepunggungnya, Monk pun terjatuh dan tewas. Setelah itu Bill mengobrak-abrik tempat Monk dan mengambil sebuah ukiran untuk ditandai, sama seperti yang dilakukan Monk sehabis membunuh seseorang.Pada pemakamam Monk Amsterdam secara diam-diam menantang Bill untuk duel antara kelompok mereka. Mereka menentukan kapan dan dimana bentrok akan dilaksanakan serta eratura yang membolehkan digunakannya senjata tajam tapi senjata api tak diperbolehkan.
Waktu perjanjian tiba, Amsterdam mengiris pipinya sendiri dengan pisau sama seperti yang dilakukan oleh ayahnya. Ia menatap Jenny yang akan pergi ke San Francisco dengan atau tanpanya. Amsterdam bilang bahwa ini akan segera berakhir tapi Jenny tetap akan berangkat. Pada saat yang hampir bersamaan Tentara gabungan dari pihak utara (Konfederasi) saat perang saudara di Amerika membutuhkan banyak orang untuk direkrut. Mereka yang mau bergabung tidak akan dipaksa dan dijanjikan akan diberi uang $ 300. Ditempat lain terjadi kekacauan massa, mereka mengamuk, mejarah, membakari rumah dan memotong kabel telefon sehingga polisi tak dapat dihubungi untuk menghentikan kekacauan tersebut. Jenny dan Johny terihat memanfaatkan situasi kacau tersebut.
Di alun-alun Paradise dua geng sudah berhadapan, geng Dead Rabbit pimpinan Amsterdam disatu sisi dan geng pribumi dipimpin oleh Bill disisi lainnya. Merek hampir mulai bentrok ketika sepasukan tentara datang menembaki mereka. Banyak yang terbunuh dikedua geng tersebut. Tentara teus bergeak maju menemvaki yang masih selamat dan melaikan diri dengan senapan dan senjata canon. Dalam kekacauan teraebut, Mc Gloin tewas tertembak. Hanya tertinggal Amsterdam dan Bill yang masih berhadapan untuk bertarung. Bill menggunakan kesempatan saat asap menutupi pandangan untuk memukul Amsterdam dua kali lalu sebuah tembakan meriam tak jauh dari mereka menggetarkan tanah, mreka terguncang. Bill mengambil pecahan peluru dari perutnya dan berkata bahwa dia akn mati sebaga orang Amerika asli. Amsterdam memanfaatkan kesempatan untuk menusukkan pisau dan membunuhnya.
Jenny akhirnya menemukan Amsterdam ketika kekacauan mereda, banyak mayat-mayat di jajarkan di pinggir jalan. Pada malam harinya mereka memberi penghormatan untuk para teman dan orang-orang yang mati dalam kekacauan tersebut. Tweed hanya bisa menyesali melihat para calon pemberi suara untuknya telah banyak yang mati. Bill dikuburkan didekat makam Pendeta Vallon di Brooklyn di seberang pilau Manhattan
SELESAI
Gangs of New York 3 Gangs of New York 3 Reviewed by TABUH GONG on 13:45:00 Rating: 5

6 comments:

  1. met sore sobat trmksi dah berbagi sobat. lnjutkan karya2mu buat masa dpat sobat

    ReplyDelete
  2. wah .. harus baca bagian 1 dan 2 dulu ya

    ReplyDelete
  3. ya kalau ada waktu untuk membaca, silahkan mbak Ely
    thx

    ReplyDelete
  4. hah....sory telat mas,bagian 1 dan 2 belum aq baca.
    tapi seru juga critanya,ternyata amsterdam itu nama tokoh ya....aq kira nama ibukota belanda :)
    salam sukses selalu mas

    ReplyDelete
  5. Komentar ini telah di hapus oleh penulis

    ReplyDelete

Link Video Lucu
Silahkan di Like jika suka atau Dislike jika tidak suka.
Lihat disini : https://youtu.be/lYCq6aAXCJ0

.