Kisah spionase, Mata Hari

www.history1900sabout.com

      Mata Hari adalah nama panggungnya sedang nama aslinya Margaretha Gertruda Zelle, lahir di Belanda pada 1876. Sangat populer dimasa pra perang dunia I sebagai penari dari kuil India. Namun sumber inspirasi tariannya adalah tari-tarian dari Jawa, terlihat jelas dari kostum yang selalu ia kenakan. Ketika itu ia ikut suaminya yang seorang tentara KNIL ditugaskan ke India Timur, tepatnya dipulau Jawa dan Sumatra. Dari tahun1897-1902 itulah Margaretha belajar banyak tentang budaya Indonesia.

      Pernikahannya bermasalah kemudian mereka berpisah, Margaretha mengasuh anak perempuannya. Sementara anak laki-lakinya telah meninggal ketika masih berada di Indonesia karena penyakit syphilis. Setelah benar-benar telah bercerai dan pengasuhan anak diberikan pada suaminya, Margaretha kemudian pergi ke Paris. Di Paris ia mendapat pekerjaan sebagai penari, diatas panggung dia terkenal dengan nama Mata Hari. Penampilan panggung yang eksotis ala dunia timur dan dibumbui dengan erotika diakhir pertunjukan membuat banyak penonton terpesona. Kemasyurannya di kota Paris lambat laun merembet ke kota-kota lain di Eropa, seperti Madrid, Berlin, Wina dan lain-lain. Sejumlah penggemarnya adalah dari kalangan atas dan pejabat militer. Dari sinilah awalnya Mata Hari terlibat dalam kegiatan spionase, yang semula hanya ditawari oleh salah satu penggemarnya.

       Saat berkecamuknya perang dunia I di Eropa, Mata Hari diketahui mempunyai hubungan dengan intelejen Jerman. Hal itu memang telah dicurigai oleh polisi rahasia Perancis, namun buktinya kurang kuat. Ketika kemudian dia ditangkap dan dibawa ke kota Madrid untuk di interogasi. Dari hasil penyelidikan tersebut Mata Hari dinyatakan telah menjadi agen mata-mata ganda bagi dua pihak yang berperang yaitu Perancis dan Jerman. Pada bulan pebruari 1917 dia dikirim ke Paris dan ditahan untuk diadili. Dalam suasana perang yang membingungkan tersebut Mata Hari didakwa telah menjadi mata-mata bagi Jerman. Pengadilan pada bulan juli menyatakan bahwa ia terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman mati. Meskipun Mata Hari merasakan bahwa bukti-bukti yang dituduhkan terlalu mengada-ada, akhirnya keputusan pengadilan itu harus ia terima

      Setelah pengadilan memutuskan ia dikirim ke penjara Saint Lazzare untuk menunggu saat eksekusi baginya. Pernah dalam masa tahanan ini Mata Hari membuat surat permohonan pengampunan kepada presiden Perancis namun tak mendapat tanggapan. Sampai saat eksekusinya tiba pada bulan 15 oktober 1917. Dari penjara dia dibawa dengan kendaraan kesebuah benteng di pinggiran kota Paris, yang pernah diserbu Jerman pad tahun 1870. Didalam benteng yang digunakan sebagai barak bagi tentara Perancis tersebut, Mata Hari mengakhiri hidupnya didepan regu tembak.
Silahkan baca lanjutan kisah eksekusinya disini
sumber © wikipedia
BACA JUGA ::
Kisah spionase, Mata Hari Kisah spionase, Mata Hari Reviewed by TABUH GONG on 09:48:00 Rating: 5

2 comments:

Link Video Lucu
Silahkan di Like jika suka atau Dislike jika tidak suka.
Lihat disini : https://youtu.be/lYCq6aAXCJ0

.