Kartel Mexico

Kartel Narkoba berusaha mengganti tempat
pemerintah dan memonopoli pasukan
angkatan bersenjata, bahkan menerapkan
hukum mereka sendiri. Saking kuatnya
sidikasi narkoba di kalangan aparat
kepolisian, pemimpinan kampanye anti
narkoba negara bagian Baja California,
Jenderal Sergio Aponte, mengungkapkan
pasukan polisi anti-penculikan sebenarnya
sebuah tim penculikan bekerja dengan
organisasi kejahatan,
dan unit polisi anti korupsi, sesungguhnya
digunakan sebagai pengawal untuk
pengiriman narkoba. Proses melawan
kartel narkoba di Meksiko telah dihalangi
oleh penyuapan, intimidasi, korupsi.
Presiden terpilih 2006, Filipe Calderon
menerjunkan militer untuk berperang
melawan kartel narkoba karena kepolisian
Meksiko tidak dapat dipercaya. Calderon
mengirim 6.500 tentara federal ke negara
bagian Michoacan untuk mengakhiri
kekerasan narkoba di sana. Aksi itu
menandai operasi besar pertama melawan
organisasi kejahatan kartel narkoba.
Calderon terus melanjutkan kampanye anti
narkoba dengan melibatkan 45.000 tentara
terlibat sebagai tambahan pasukan
kepolisian federal dan negara bagian.
Menurut Pusat Intelijen Narkoba Meksiko,
kartel narkoba mendominasi
penyelundupan dan mayoritas penjualan
kokain di Amerika Selatan, dan
perdagangan ilegal di Amerika Serikat.
Dalam operasi menyelundupkan narkoba
ke AS, kartel Meksiko menggunakan
terowongan bawah tanah yang dilengkapi
kereta api.
Pada November 2010, polisi perbatasan AS
menemukan sebuah terowongan canggih
penyelundup seluas enam kali lapangan
sepakbola yang menghubungkan California
Selatan dengan Meksiko, dan diyakini telah
digunakan oleh para pedagang obat bius.
Badan Perlindungan Pabean dan
Perbatasan AS mengatakan terowongan itu
menghubungkan gudang-gudang di Otay
Mesa, California, dan Tijuana, Meksiko. Para
agen menemukan lebih dari 20 ton ganja
dalam pencarian terowongan itu.
Kartel-kartel narkoba Meksiko telah
membangun sejumlah terowongan bawah
tanah di perbatasan AS-Meksiko untuk
mengalahkan pengamanan yang
meningkat antara lain di pelabuhan masuk
dan tempat-tempat yang sulit. Hampir
semua tempat itu menghubungkan kota-
kota di sisi perbatasan Meksiko dengan
California dan Arizona.
Pada awal 2006, ditemukan terowongan
berukuran 2.400 kaki (731 meter) yang
membentang di bawah jalur perbatasan
yang sama ke Otay Mesa dari Tijuana.
Tijuana menjadi jalan masuk utama
narkoba ke California dari Meksiko.
Saking kuat dan besarnya kartel narkoba
Meksiko, Badan Penegak Narkoba AS
melaporkan bahwa kartel narkoba Meksiko
jauh lebih berbahaya dan sulit dibanding
organisasi kriminal lainnya dalam sejarah
penegakan hukum AS.
Meksiko dikenal sebagai pusat transportasi
narkoba, Kolombia menjadi produser
utama kokain, diikuti Bolivia dan Peru.
Kolombia bertahan menjadi produser
utama kokain dengan 70 persen daun coca
dunia tumbuh di sana. Kolombia
merupakan tempat proses pembuatan 90
persen kokain dunia.
Kartel narkoba Kolombia di Medellin dan
Cali dikenal luas sebagai organisasi paling
berkuasa di pasar perdagangan narkoba
ilegal. Mereka mempekerjakan Pasukan
Barisan Pertahanan Diri Kolombia dan
organisasi kemiliteran sayap kanan untuk
melindungi rute kartel, laboratorium,
anggota dan asosiasi mereka. Mereka juga
mengendalikan pertanian,
produksi, dan ekspor kokain di Kolombia.
Presiden Terlibat?
Sementara di Asia, organisasi Taliban
menjadi tuan narkoba di Afghanistan dan
produsen utama opium. Lebih dari 90
persen opium dunia di produksi di
Afghanistan, bagian dari Sabit emas. Sabit
emas adalah nama yang diberikan pada
kawasan produksi opium di Asia, meliputi
Afghanistan, Iran, dan Pakistan.
Perdagangan Opium di Afghanistan
berkembang pesan diyakini karena pejabat
pemerintah Afghanistan terlibat setidaknya
dalam 70 persen dari pengirim opium
dalam negeri. Tuduhan paling serius
beredar adalah pemerintah Presiden
Afganistan Hamid Karzai melindungi
produksi opium di negara itu. Soviet
menuduh agen intelijen Amerika CIA
bekerja membantu menyelundupkan
opium keluar dari Afghanistan ke Barat
guna menggalang dana untuk perang
Afghanistan.
Militer AS memberikan pengamanan
terhadap lahan pertanian opimum di
Afghanistan
Afghanistan telah menjadi penyalur utama
heroin ke Eropa selama lebih dari 10 tahun.
Jumlah lahan yang digunakan untuk
menanam opium semakin banyak, saat ini
dibanding dengan tahun-tahun
sebelumnya. Perang melawan narkoba
telah terkalahkan oleh perang melawan
militan Afghanistan. Taliban dan partai
politik mendapatkan keuntungan dari
produksi opium, bahkan militer AS
menutup mata terhadap produksi opium
karena bukan inti misi anti terorisme.
Perang melawan narkoba di Afghanistan
terbesar terjadi pada Oktober 2010, Badan
Pengendalian Narkotika Rusia bergabung
dengan pasukan anti narkoba Afghanistan
dan Amerika menghancurkan daerah
produksi narkoba terbesar, Jalalabad.
Dalam operasi itu heroin kualitas tinggi
senilai US$ 250 juta dan alat-alat teknik
dihancurkan. Namun, Presiden Afghanistan
Hamid Karzai menyebut operasi itu
melanggar kedaulatan
Afghanistan dan hukum internasional.
Myanmar disebut sebagai pilar Segitiga
Emas, termasuk Laos, Vietnam, dan
Thailand. Myanmar produsen opium ilegal
terbesar kedua dunia dan disebut sebagai
organisasi produser narkoba terbesar di
Asia Tenggara.
Produksi opium Myanmar dikelola oleh
junta militer. Pemerintah Myanmar telah
secara hukum mencoba membasmi
produksi opium, tapi pejabat senior militer
dilaporkan terlibat dalam perdagangan
narkoba, dan uang hasil narkoba
membanjiri kantor pemerintah.
Saat ini, pasar narkoba Burma didominasi
oleh Angkatan Bersenjata Negara Serikat
Wa. Mereka bekerjasama dengan pejuang
etnis yang mengendalikan daerah
perbatasan timur dengan Thailand.
Rendahnya kontrol pemerintah, kemiskinan
dan korupsi menyebabkan makin
berkembangnya lahan digunakan untuk
tanaman opium, dilaporkan mencapai
430 kilometer persegi pada 2005.
Kejahatan narkoba di Myanmar bahkan
meluas hingga kepada pencucian uang di
perusahaan milik negara. Sebuah
investigasi melaporkan Perusahaan Minyak
dan Gas Myanmar (MOGE) merupakan
saluran utama praktik pencucian uang
pendapatan dari produksi heroin. MOGE
tidak memiliki aset atau tidak memperoleh
keuntungan, tapi berdasarkan investigasi
dana MOGE membengkak US$ 60 juta
diyakini berasal dari bos narkoba, Khun Sa.
Uang narkoba telah mengairi
perekonomian Myanmar, bahkan Bank
Rangoon menawarkan pencucian uang
dengan komisi 40 persen. Heroin dan
opium diproduksi oleh Myanmar dikirim
melalui kuda dan kedelai ke Thailand untuk
didistribusi ke pasar internasional. Heroin
dari Asia Tenggara kerap dikirim ke
Amerika Serikat melalui kurir. [D-11]
Kartel Mexico Kartel Mexico Reviewed by TABUH GONG on 23:17:00 Rating: 5

1 comment:

Link Video Lucu
Silahkan di Like jika suka atau Dislike jika tidak suka.
Lihat disini : https://youtu.be/lYCq6aAXCJ0

.